Senin, 27 September 2010

**Izinkan Aku Mencintaimu**

Ijinkan aku memelukmu wlu hanya sekejap saja
Meski hanya melembutkan tangan
Dalam detak nadiku
Yang menyatu bersama angin malam
Ijinkan aku mendekapmu sekali saja
Meski hanya merengkuh dalam dada
Bersama degup jantungku
Yang mengiringi sepinya hari
Ijinkan aku menciummu sekali saja
Meski hanya sekedar keningmu
Dalam kecupan mesraku
Yang langsung kering tersapu angin
Ijinkan aku mencintaimu sekali saja
Meski hanya dalam alam bawah sadar
Dalam alunan mimpiku
Dan aku tetap mencintaimu....




aku akan selalu menyayangimu kasih
dan izinkan aku untuk mencintaimu
walau itu tak mudah aku dapatkan lagi
tapi izinkan aku untuk selalu mencintaimu
walau rasa sakit hati belum hilang dihatimu
I Miss You chAyank
Emmmmmmmuach

'' Penyesalan Selalu Menyusul ''

Orang mengatakan ” Penyesalan salau datangnya terlambat”, semuanya terjadi sangatcepat, pertengkaran hebat tiba-tiba menggelegar seperti guntur. Kata-kata tidakterkontrol dan emosipun memuncak. Setelah merenung hati Q bertanya “apa yang sudahsaya lakukan?” disela keheningan muncul penyesalan yang begitu dalam sudahmenyakiti hati orang yang Q sanyangi, semua kata yang terujar hanyalah pelampiasanemosi yang tidak mesti terjadi jika hati tidak menyimpan kekecewaan. Jika semuadibicarakan dengan hati yang tenang dan waktu yang tepat dan bukan dengan emosipasti semua itu nga akan baik2 aja. Hendaknya mata harus beradu saat bicara sehinggahatipun berpadu. Semoga kisah ini memberikan inspirasi betapa cinta bisa berubahbenci seketika seperti kilat menyambar menghangus........

Minggu, 26 September 2010

Menjaga Hati



Aku takkan menangisi cinta yang t’lah berlalu
pun takkan kuratapi kesepian hati yang tak bertepi
Sendiri bukanlah sebuah akhir,,,????
sebagaimana mencintamu hanyalah awal
Takkan juga kumenyalahkan rasa jika esok masih ada
Takkan pula kubertanya pada sang Kuasa
tentang makna dibalik perjumpaan dan perpisahan
Tujuan hidupku bukan hanya untuk cinta........
tp untk masa depan Q,,,,????


"Angin dan Hati Ku"

Angin kencang berhembus menerpa wajah
Sejuk....seharusnya kan terasa
Tapi mengapa tak jua mampu menyeka
Kering hati ku yang kini melara

Airmata sudah pun ku jelang
Berlalu pergi namun tak ikut membayang
Semua apa yg ingin ku buang
Jauh dan jauh tak usah dan pernah berulang

Angin kan nuraninya berlalu
Setelah menerpa wajah satu persatu
Tapi mengapa tak jua kau bantu
Diriku yang kini terpaku di dalam beku

Hati tak tahu akan berbisik apa
Akan masa didepan yang penuh asa dan cita
Mungkinkah ku masih punya semua
Kekuatan untuk menjelang indah bahagia

Namun, kenangan di belakang selalu membayangi
Sulit ku coba untuk hindari
Laksana dinding berlapis gerigi
Tiada kuasa tu ku lewati.....

Hidup tetap pasti akan berjalan
Aku pun tahu itu kepastian
Menyerah hati ini tak relakan
Mencoba bangkin, mungkin....

Hati, ku tahu kau seteguh karang
Hingga angin kencang pun tak mampu menerjang
Bantu dan bimbing aku pulang
Kerumah dimana ku dulu disayang

Angin, berhembus lah lagi
Kuingin kau bantu sirami
Hati dan jiwa yg kini seakan mati
Agar ku bisa kembali berdiri

Jangan buat sia-sia doa Bunda
Yang selalu mengiringi dengan setia
Disetiap langkah dan debaran jiwa
Sampai akhir hayat kan menyapa

Bunda, tunggulah dinda kembali
Kepangkuan yang kini begitu ku nanti
Bantu dinda tuk meniti lagi
Jalan hidup yang seakan sudah berlari

Angin dan hati ku
Temani lah selalu
Kemana pun kau pergi berlalu
Doakan aku tuk kembali seperti dulu